Feb 27, 2015

Ini Ciri Khas Nyeri Dada karena Jantung


Penulis : dr. Felix Chikita Fredy

KOMPAS.com — Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri dada selama hidupnya. Bahkan dalam setahun setidaknya Anda pernah sekali merasa nyeri dada. Kebanyakan,akan langsung menghubungkan nyeri dada dengan sakit jantung, apalagi bila nyeri dadanya dirasakan di dada sebelah kiri.

Faktanya, nyeri dada akibat penyakit jantung lebih sedikit frekuensinya dibandingkan nyeri dada bukan akibat penyakit jantung. Penelitian terkait penyebab nyeri dada pernah dilakukan di Swiss dengan melibatkan 672 pasien. Pasien-pasien tersebut datang dengan keluhan nyeri dada. Namun setelah menjalani pemeriksaan, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya sekitar 16 persen. Penyebab paling banyak ialah masalah otot, yakni sekitar 50 persen.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan terhadap 135 pasien anak-anak berusia 4-17 tahun. Anak-anak tersebut dibawa berobat karena mengeluhkan nyeri dada. Dari sekian banyak anak tersebut, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya ditemukan pada 1 pasien saja. Sisanya nyeri dada diakibatkan tegang otot, psikis seperti rasa cemas, dan gangguan saluran cerna.

Namun bukan berarti kita tidak boleh anggap remeh nyeri dada. Nyeri dada yang ternyata diakibatkan jantung dapat berakibat fatal. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai ciri-ciri nyeri dada yang disebabkan jantung amat penting.

Ciri nyeri dada yang disebabkan jantung

Nyeri didefinisikan sebagai sensasi tidak enak akibat kerusakan jaringan. Nyeri sebenarnya bersifat subyektif. Jantung akan memberikan sensasi nyeri bila terjadi ancaman kerusakan jaringan jantung. Penyebab terseringnya ialah kekurangan oksigen dan darah yang dapat muncul pada kondisi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung.

Tidak semua nyeri dada perlu dikhawatirkan berasal dari jantung. Beberapa karakteristik nyeri dada berikutlah yang patut diwaspadai berasal dari jantung.

Jantung terletak di tengah-tengah dada agak sedikit ke kiri. Oleh karena itu, tidak semua nyeri dada akibat jantung dirasakan di sebelah kiri. Bila yang mengalami kerusakan jantung sebelah kanan, maka nyeri yang dirasakan dapat berupa nyeri dada kanan. Jika yang mengalami kerusakan jaringan jantung belakang, maka dapat muncul gejala rasa tidak enak di punggung. Demikian pula bila bagian bawah jantung yang mengalami kerusakan, nyeri bisa dirasakan di ulu hati yang menyerupai gejala sakit maag.

Jantung termasuk organ dalam sehingga sifat nyerinya adalah nyeri yang tidak terlokalisasi. Artinya, Anda tidak akan dapat menunjuk letak nyeri hanya dengan satu jari. Biasanya, seorang pasien jantung akan menunjukkan tempat nyerinya dengan seluruh telapak tangannya ketika ditanya di mana letak nyeri dirasakan.

Sensasi nyeri dada akibat jantung biasanya bersifat tumpul. Nyeri dada seperti sensasi tertindih benda berat, tertekan, sesak berat, dan rasa terbakar. Namun, beberapa dari mereka juga dapat mengalami rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk.

Ciri khas lainnya adalah terdapat penjalaran. Nyeri yang diakibatkan oleh jantung dapat menjalar melalu saraf hingga ke bahu, lengan kiri, tembus ke punggung, dan leher. Tempat-tempat tersebut khas untuk penjalaran nyeri dari jantung.

Mengenai lama, nyeri dada dapat berbeda-beda tergantung berat-ringannya penyakit jantung yang diderita. Nyeri dada akibat penyempitan derajat ringan biasanya berlangsung kurang dari 20 menit. Sementara itu, nyeri akibat sumbatan total atau pada serangan jantung akut terjadi lebih dari 20 menit.

Nyeri dada akibat jantung terjadi pada saat kerja jantung kita meningkat, misal saat beraktivitas, sesaat setelah beraktivitas, sedang marah, emosi, atau stres. Nyeri berkurang dengan istirahat dan menenangkan diri.

Ciri khas lainnya ialah nyeri tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh. Posisi berdiri, duduk, berbaring miring ke kanan, kiri, dan sebagainya tidak akan memengaruhi rasa nyeri. Demikian pula dengan pernapasan. Nyeri akibat jantung tidak bertambah sakit saat menarik ataupun mengembuskan napas. Jika nyeri bertambah dengan menarik napas, maka penyebab nyeri dada lebih dicurigai disebabkan oleh paru-paru atau otot dinding dada.

Nyeri dada akibat jantung umumnya diiringi oleh gejala saraf simpatis lainnya, yakni gejala seperti saat seseorang cemas. Gejala simpatis tersebut antara lain berkeringat dingin, denyut jantung cepat, lemas, mual, dan muntah.

Anda merasakan nyeri dada? atau orang sekitar Anda ada yang nyeri di dada? Coba cocokkan dengan karakteristik nyeri di atas. Jangan cepat-cepat takut bahwa nyeri dada yang dialami akibat jantung. Namun, bila agaknya karakteristiknya mengarah ke jantung, segera ke rumah sakit terdekat!
Semoga bermanfaat.

http://health.kompas.com/read/2013/07/18/1423305/Ini.Ciri.Khas.Nyeri.Dada.karena.Jantung

Bynaturael Products:

Body wash minyak zaitun dengan essential oil
Body wash minyak zaitun
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

10 Cancer Symptoms Most People Ignore .. And why so many people blow them off instead of heading to the doctor


Before you discount that persistent cough as just another part of flu season, you might want to ask your doctor to give it a second glance. According to a new study by Cancer Research U.K., more than half of adults have experienced alarm bells that could mean cancer, yet just two percent of them believed cancer could be a possible cause.

Researchers sent questionnaires to nearly 5,000 U.K. residents registered with general practitioners—in other words, men and women who have and visit a primary care doctor. Just shy of 1,800 people completed the questionnaire, and five were eliminated because they indicated they'd already been diagnosed with cancer.

They asked participants if, in the last three months, they'd experienced a host of different symptoms (some of which could be possible signs of cancer), ranging from persistent coughing and unexplained weight loss to having low energy. If they had experienced any of these symptoms, they were asked to write in what they thought caused it and whether it was serious.

"We aren't sure why, but it seems there is a mismatch between what people know in practice and whether they apply the knowledge to themselves," says study co-authorKatriina Whitaker, Ph.D., senior research fellow at University College London. "So while awareness of many of these signs and symptoms is quite high, very few people mention cancer as a possible cause when it's them who is experiencing the symptom."

Here, we take a look at the 10 symptoms researchers consider to be red flags. While they could be nothing, the researchers say the point is to recognize that they could also be cancer—and to ask your doctor to check your symptoms out.

1. Persistent Cough or Hoarseness
While a cough here and there is nothing to worry about, a consistent cacophony or a cough accompanied by blood is definitely cause for concern. "Most coughs are not cancer," says Therese Bartholomew Bevers, M.D., professor of clinical cancer prevention and the medical director of the Cancer Prevention Center at the MD Anderson Cancer Center. "But certainly a persistent cough needs to be evaluated to see if it could be lung cancer." Your physician should recommend a chest X-ray or CT scan to rule out cancer as a possibility.

2. Persistent Change in Bowel Habits
When your bowel movements aren't as easy as they once were or your stool appears larger than normal or somewhat deformed, this could be a sign of colon cancer, says Bartholomew Bevers. "It could be a sign that there is a mass impeding the transit of the stool from the bowel," she says. "This is a symptom where a person should go to the doctor and schedule a colonoscopy to see if there indeed is a mass."

3. Persistent Change in Bladder Habits
"If there is blood in the urine, that could be indicative of bladder or kidney cancer—but more commonly this is a sign of a urinary tract infection," says Bartholomew Bevers. Check for an infection first, then pursue other treatment options.

4. Persistent Unexplained Pain
"Most pain is not a sign of cancer, but persistent pain must be checked out," says Bartholomew Bevers. "If you have persistent headaches, for example, you likely don't have brain cancer—but it is still something that must be looked into. Persistent pain in the chest could be a sign of lung cancer. And pain in your abdomen could be ovarian cancer."

5. Change in the Appearance of a Mole
While not all moles are indicative of melanoma, spotting a new mark or one that has changed is something you should bring up with a dermatologist who can screen for skin cancer, says Bartholomew Bevers.

6. A Sore That Does Not Heal
If you have a sore that's hanging on past the three-week mark, you should bring it up with your doctor. "We would have expected our body to have healed itself by now," says Bartholomew Bevers, "and you should absolutely get that checked out." That kind of sore could be a sign of carcinoma.

7. Unexpected Bleeding
Vaginal bleeding—outside of your normal cycle—could be an early sign of cervical cancer, while bleeding from the rectum could indicate colon cancer, says Bartholomew Bevers.

8. Unexplained Weight Loss
"As adults, we try very hard to lose weight," says Bartholomew Bevers. "But if weight is falling off of you without any effort on your part, that is a big concern and can be indicative of a serious medical problem." One of those problems, she says, could be malignancy or a tumor.

9. An Unexplained Lump
"Any time you have a lump that is new or a lump that is changing, that is something you should absolutely have looked at by your doctor," says Bartholomew Bevers. While it could be a benign cyst (and likely is), it could also be "a cancer that is in the subterranean tissue. A lump in the breast, of course, is a very common symptom of breast cancer." See your physician to get more information.

10. Persistent Difficulty Swallowing
Two cancers may be behind this symptom, including neck and esophageal cancer. "People who see these symptoms will often start to modify their diets, eating softer foods without thinking there could be a more serious issue."

"The bottom line," says Whitaker, "is that if people are experiencing any persistent symptoms, they should go to their doctor for advice."

http://www.womenshealthmag.com/health/ignored-cancer-symptoms?utm_source=zergnet.com&utm_medium=referral&utm_campaign=zergnet_340924&cid=partner_zergnet

Bynaturael Products:

Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Feb 25, 2015

Jus bit ampuh atasi tekanan darah tinggi!


Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Hipertensi atau penyakit darah tinggi sudah familiar bagi masyarakat Indonesia. Meski begitu bukan berarti penyakit ini bisa diremehkan. Penyakit darah tinggi bisa memicu berbagai macam masalah kesehatan lain yang lebih berbahaya seperti stroke atau serangan jantung.

Jika Anda salah satu orang yang memiliki risiko terkena hipertensi dan malas minum obat, Anda bisa mencoba salah satu makanan alami yang bisa menurunkan tekanan darah. Salah satunya adalah jus buah bit. Penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa satu gelas jus buah bit ampuh untuk menurunkan tekanan darah bagi mereka yang memiliki hipertensi.

Dalam penelitian ini, Amrita Ahluwalia, seorang profesor dari QMUL menganalisis efek jus buah bit dan plasebo pada 64 partisipan yang berusia antara 18 hingga 85 tahun. Setengah pasien diminta mengonsumsi obat-obatan hipertensi, namun ternyata tak berhasil mengobati hipertensi mereka. Sementara setengah di antaranya belum mengonsumsi obat hipertensi.

Satu kelompok kemudian diminta minum jus bit sementara kelompok lain minum plasebo. Peneliti percaya zat nitrat yang ada dalam jus bit adalah yang berpengaruh untuk menurunkan tekanan darah. Dalam tubuh manusia, nitrat akan membantu meregangkan pembuluh darah dan melancarkan aliran darah, seperti dilansir oleh Daily Health Post (30/01).

Dalam waktu empat minggu minum jus bit, peneliti menemukan bahwa partisipan mengalami penurunan tekanan darah lebih banyak dibandingkan dengan partisipan yang minum plasebo. Kelompok ini juga mengalami perkembangan sebanyak 20 persen dalam hal kesehatan dan mengalami penurunan risiko penyakit jantung.

Jika Anda termasuk orang yang mengalami hipertensi, tak ada salahnya mulai membiasakan diri minum jus bit secara teratur. Meski buah ini masih sulit didapatkan di Indonesia, namun manfaatnya sangat besar untuk tekanan darah dan kesehatan jantung.

http://www.merdeka.com/sehat/jus-bit-ampuh-atasi-tekanan-darah-tinggi.html
Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Sabun cair minyak zaitun
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com