Dec 28, 2015

Awas, Ngorok Bisa Memicu Kekambuhan Asam Urat

AN Uyung Pramudiarja

Jakarta, Begitu banyak risiko kesehatan yang dihadapi oleh seseorang yang tidurnya tidak berkualitas. Sebuah penelitian terbaru mengaitkannya dengan kekambuhan gout karena asam urat.

Gout yang ditandai dengan bengkak dan nyeri pada persendian, disebabkan oleh penumpukan asam urat. Para ilmuwan meyakini, meningkatnya produksi asam urat berhubungan dengan kekurangan oksigen akibat sleep apnea atau henti napas saat tidur.

Untuk membuktikannya, para ilmuwan dari Boston University mengamati 10.000 orang dengan sleep apnea, lalu membandingkannya dengan lebih dari 40.000 orang tanpa sleep apnea.

Dalam setahun, ilmuwan menemukan 270 kasus gout. Sebanyak 76 kasus ditemukan pada kelompok yang mengalami sleep apnea, sedangkan 194 kasus pada kelompok pembanding. Gout dalam penelitian ini ditemukan pada ussia rata-rata 60 tahun.

Hasil analisis menunjukkan bahwa gout hampir 2 kali lebih sering ditemukan pada kelompok dengan sleep apnea. Meski kegemukan meningkatkan risiko sleep apnea, kurus bukan jaminan tidurnya berkualitas. Dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/2015), risiko terserang gout meningkat 80 persen pada kedua kelompok tersebut.

"Sleep apnea dan gout bisa berkurang pada banyak orang dengan menurunkan berat badan jika gemuk, makan sehat, dan mengonsumsi alkohol maupun daging merah secukupnya saja," kata salah seorang peneliti, Yuqing Zhang yang mempublikasikan temuannya di jurnal Arthritis and Rheumatology.

Sleep apnea selama ini dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Kondisi ini terjadi akibat penyumbatan saluran napas, yang kerap ditandai dengan gejala mendengkur atau ngorok.

http://health.detik.com/read/2015/10/30/083728/3057436/763/awas-ngorok-bisa-memicu-kekambuhan-asam-urat

Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Dec 4, 2015

5 sinyal yang dikirim tubuh saat kekurangan vitamin D


Reporter : Siti Rutmawati

Merdeka.com - Menurut Harvard School of Public Health, hampir satu miliar orang diseluruh dunia mengalami kekurangan vitamin D. Vitamin D adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A dan vitamin E. Disebut juga engan kalsifenol, vitamin D berperan dalam pembentukan tulang dan gigi yang disertai juga dengan kalsium. Vitamin D adalah satu-satunya vitamin yang diproduksi dalam tubuh.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti osteoporosis dan bahkan kanker. Tubuh sebenarnya telah mengirimkan sinyal yang menandakan bahwa dirinya membutuhkan vitamin D yang lebih. Hanya saja, kebanyakan orang tidak memahaminya. Melansir dari prevention.com, berikut ini merupakan lima sinyal yang dikirim tubuh untuk saat kekurangan vitamin D.

1. Keringat berlebih
Pada bayi yang baru lahir, hal ini memang sedikit sulit untuk ditentukan. Tetapi, keringat yang berlebihan adalah salah satu tanda paling mencolok dari kekurangan vitamin D. Hal yang sama juga berlaku untuk orang dewasa. Jadi, ketika kamu mengeluarkan keringat berlebih dengan aktivitas yang stabil, bisa jadi ini pertanda kamu membutuhkan asupan vitamin D.

2. Kelelahan yang tak terduga
Kekurangan vitamin dapat membuat kamu merasa letih, bahkan ketika kamu telah mendapatkan istirahat yang cukup. Para peneliti Harvard menemukan hubungan antara  asupan vitamin D dengan peningkatan kekuatan otot.

3. Tulang keropos
Kekurangan vitamin D dapat mempercepat dan memperburuk gejala osteoporosis. Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang mengalami penipisan dan pelemahan pada tulang. Mendapatkan vitamin D dari makanan saja tidak cukup. Kamu juga harus mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari pagi dan suplemen.

4. Nyeri pada tulang
Terkadang rasa nyeri terasa ringan. Sakit dan nyeri pada tulang dikenal dengan istilah osteomalacia. Orang-orang yang didiagnosis dengan arthritis sebenarnya disebabkan juga oleh kurangnya vitamin D dalam tubuh. Akibatnya, sendi dan otot mereka akan terasa nyeri. Bagi kamu yang tidak menderita arthritis, jika nyeri sendi dan otot berlangsung selama beberapa minggu, ini bisa jadi pertanda bahwa tubuh kamu memerlukan asupan vitamin D.

5. Depresi
Tak menyangka, bukan? Depresi ternyata dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Ini karena vitamin D dapat bekerja di daerah yang sama di otak dan berdampak pada hormon yang sama. Seperti pada hormon seratonin yang mempengaruhi suasana hati.

Nah, mengenali gejala ini akan membantu kamu untuk memberi perhatian lebih pada kandungan vitamin D dalam tubuh. Jika, kamu merasa mengalami gejala tersebut, mengonsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

http://www.merdeka.com/sehat/5-sinyal-yang-dikirim-tubuh-saat-kekurangan-vitamin-d.html

Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Dec 1, 2015

5 Makanan ini bikin anak pintar sejak dalam kandungan


Reporter : Siti Rutmawati

Merdeka.com - Mungkin ini bukan pertama kalinya kamu mendengar bahwa makanan yang kamu konsumsi saat kehamilan sangat mempengaruhi perkembangan bayi secara fisik. tetapi apakah kamu juga tahu bahwa makanan juga dapat berpengaruh pada kecerdasan sang bayi?

Sebagai seorang ibu hamil, kamu harus memastikan bahwa makanan yang kamu konsumsi mengandung nutrisi yang penting bagi kecerdasan sang bayi. Melansir dari newkidscenter.com, berikut ini merupakan lima makanan dengan kandungan nutrisi yang berperan bagi kecerdasan sang bayi.

1. Suplemen prenatal asam folat
Suplemen prenatal (masa sebelum kelahiran) dengan asam folat sangat penting bagi kecerdasan sang janin. Asam folat adalah nutrisi penting dalam pembentukan sel otak. Berdasarkan temuan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat 4 minggu sebelum kehamilan dan 8 minggu setelah kehamilan memiliki 40% kemungkinan terhindar dari autis. Sumber terbaik dari asam folat adalah sayuran hijau seperti bayam, brokoli dan kubis.

2. Makanan kaya omega-3
Asam lemak omega-3 sangat penting karena berperan dalam pembentukan neuron. Neuron adalah saraf yang mengirimkan impuls listrik ke otak dan pesan ke organ tubuh lainnya. Kamu bisa mendapatkan kandungan omega-3 dari berbagai jenis ikan, telur, wallnut, daging merah, bayam, tahu, dan kacang-kacangan.

3. Buah dan sayuran
Anatioksidan adalah nutrisi yang membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak jaringan otak calon bayi kamu. Antioksidan banyak terdapat dalam sayur dan buah seperti pepaya, sayuran berdaun hijau tua, tomat, dan buah berri. Pastikan buah dan sayuran dalam kondisi bersih sebelum kamu mengonsumsinya.

4. Makanan kaya zat besi
Zat besi adalah nutrisi penting dalam masa kehamilan kamu karena nutrisi ini berfungsi mengirimkan oksigen pada sang bayi. Kekurangan oksigen pada janin dapat berdampak negatif pada IQ sang bayi. Hal ini juga berdampak buruk bagi pertumbuhan sang bayi. Untuk mengetahui kadar zat besi dalam darah kamu bisa meminta bantuan dokter. Makanan yang mengandung zat besi antara lain daging ayam, sereal, kacang-kacangan dan daging sapi tanpa lemak.

5. Protein
Saat hamil, tubuh kamu memerlukan asupan protein lebih untuk membantu perkembangan sel-sel baru dan hormon yang meningkatkan pertumbuhan sang bayi.Setidaknya kamu bisa menambahkan sekitar 10 gr protein setiap harinya.Kamu bisa mendapatkan protein dari sup kacang, 3 ons daging tanpa lemak, dan juga selai kacang.

Memilih makanan yang tepat saat kehamilan sangat berperan bagi pertumbuhan bayi kamu, termasuk mengenai kecerdasan otak.Makanan-makanan di atas bisa jadi pilihan menu kamu selama kehamilan di mana makanan tersebut sangat baik bagi kecerdasan sang bayi.

http://www.merdeka.com/sehat/5-makanan-ini-bikin-anak-pintar-sejak-dalam-kandungan.html

Bynaturael Products:

Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Nov 26, 2015

WHO: Makan Daging Merah Sama Buruknya dengan Merokok


Editor      : Lusia Kus Anna

KOMPAS.com — Para pakar kesehatan internasional memperingatkan bahwa daging merah yang diproses termasuk dalam daftar pemicu kanker. Sementara itu, WHO menyatakan bahwa daging merah sama bahayanya dengan merokok.

Konsumsi daging merah yang diproses, seperti sosis, burger, dan bacon (daging asap), sebaiknya dibatasi.

Peringatan dari WHO tersebut mengejutkan banyak pihak, mulai dari industri, peternak, sampai gerai fast food. Tahun lalu, ketika WHO memperingatkan konsumsi gula yang berlebihan, penjualan gula langsung menurun. Hal itu bisa jadi akan dialami industri daging.

Para ahli dari Departemen Kesehatan AS mengatakan bahwa daging merah segar atau yang diproses kemungkinan menyebabkan kanker. Namun, WHO akan menempatkan daging yang diproses dalam kategori "karsinogen untuk manusia", seperti halnya alkohol dan rokok.

Keputusan tersebut diambil setelah para ilmuwan dari seluruh dunia melakukan pertemuan untuk menganalisis bukti-bukti yang terkait.

Menanggapi hal tersebut, Barry Carpenter, Presiden The North American Meat Institute, mengklaim bahwa hal itu sangat tidak logis.

"Risiko dan manfaat dari makanan atau gaya hidup harus dipertimbangkan baik-baik sebelum memperingatkan banyak orang mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan," katanya.

Panduan saat ini menunjukkan bahwa orang dewasa harus membatasi asupan daging merah tak lebih dari 70 gram setiap hari. Sementara itu, World Cancer Research Fund menyarankan agar kita menghindari daging yang diproses.

http://health.kompas.com/read/2015/10/26/130000523/WHO.Makan.Daging.Merah.Sama.Buruknya.dengan.Merokok

Bynaturael Products:

Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Nov 24, 2015

Is Sea Salt Really Healthier Or Just Overhyped?


Hawaiian black lava, Himalayan pink, Bolivian rose, Peruvian pink mountain spring.  These aren’t nail polish colors — they’re varieties of salt, and they’re just a sampling of the dozens of options now available from specialty markets and online vendors. Sea salts and other finishing salts have grown popular among chefs and foodies, who use them to add interesting flavor notes and a pop of color to dishes. They offer more complexity than standard table salt, which is processed to remove minerals and other harmless impurities, giving the salt its bright white color and uniform texture.

But trendy artisanal salts aren’t just being positioned as more flavorful. Many producers and aficionados claim that sea salts are healthier than table salt because they’re more natural and less refined. They’re also praised for containing a bounty of essential trace minerals. And the alleged advantages don’t stop there. Company websites promise that sea salts can eliminate toxins, balance the body’s pH, boost circulation, enhance digestive health, and supply antioxidants, to name a few purported benefits.

Seeing Through Sea Salt’s Healthy Hype
These lavish claims aren’t supported by science. Specialty salt purveyors, like so many other food companies, are playing into many consumers’ belief that natural must mean better for you. But from a health perspective, salt is salt, and eating too much of it in any form can increase the risk for high blood pressure and other downstream health problems. Also, salt isn’t a good source of minerals like calcium, magnesium, and potassium. The miniscule amounts it contains don’t make a dent in your body’s requirements. Relying on salt as a mineral source is equivalent to eating white pasta to boost your fiber intake or guzzling honey to get more magnesium and iron in your diet — it’s just not efficient, nor is it health-promoting.

Marketing salt as unrefined creates an undeserved health halo. When grains are refined from their whole form, there is a substantial loss in nutritional value. That’s not the case with refined salts because salt isn’t a meaningful source of nutrients to begin with (except sodium and its partner chloride, of course). The same goes for unrefined sugars like evaporated cane juice and date sugar. And the glorification of unrefined salts and sugars takes the focus off the truly important issue: that people need to eat less of these ingredients. While health authorities still disagree about optimal sodium intake for adults and how low recommendations should go, it’s clear that we are currently consuming too much.

Whether you prefer regular table salt, kosher, or fancier varieties, it’s important to use salt judiciously. In my experience, it’s easy to get carried away with salts that come in large crystals or flakes because a light sprinkling of granules looks sparse, but actually supplies a lot of sodium. My advice is to use all salt sparingly and consciously underseason your food so you can gradually adjust to using less. As an avid home cook myself, I know it can be a struggle, but it will serve your heart well in the long run.

Salt: The Iodine Question
One major difference between table salt and specialty salts is the iodine content. Standard table salt is voluntarily fortified with iodine, a mineral that’s essential for normal thyroid function (a quarter teaspoon supplies about 50 percent of the 150 micrograms adults need daily). Other varieties, including kosher and sea salts, are not fortified and therefore supply no iodine. The vast majority of salt used in processed foods also has no added iodine. Iodized salt isn’t the only source of the nutrient, however. Fish and shellfish, dairy products, bread and other grain products, and eggs supply iodine as well. Federal survey data shows that most Americans have adequate iodine levels, but some populations are at risk for low intake.

Women who are pregnant or breastfeeding need extra iodine (220 and 290 micrograms, respectively), and approximately one-third of pregnant women in the United States are marginally deficient. Iodine is critical for babies’ growth and cognitive development, so it’s important to get enough. The American Thyroid Association recommends that women who are pregnant, breastfeeding, or planning to become pregnant take a prenatal vitamin that includes 150 micrograms of iodine in the form of potassium iodide. If you are currently taking a prenatal supplement, review the label to determine if contains iodine, because some formulations still do not.

As a group, strict vegans appear to have lower iodine levels compared to vegetarians and omnivores because many of the richest sources are of animal origin. One good plant-based option is seaweed, which can be consumed in sushi rolls, salads, or even the crunchy baked snacks that are now sold by some mainstream companies. Seaweed can be highly concentrated in iodine, but the amount is variable among different types, and you need to eat it consistently, several times a week, for it to be a significant source. Consuming excessive amounts can provide too much of the mineral, so it’s important not to go to extremes.

Unfortunately, there is no reliable way to assess an individual’s iodine level, so if you’re concerned, it’s best to work with a registered dietitian or well-informed physician to determine if you might benefit from a supplement. For individuals who may have a low iodine intake, using iodized salt in place of other varieties when cooking is a good idea, but it’s not a reason to sprinkle on more salt.

http://www.huffingtonpost.com/entry/is-sea-salt-really-healthier-or-just-overhyped_563149efe4b00aa54a4ca8b4?utm_hp_ref=healthy-living

Bynaturael Products:

Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com