Nov 26, 2015

WHO: Makan Daging Merah Sama Buruknya dengan Merokok


Editor      : Lusia Kus Anna

KOMPAS.com — Para pakar kesehatan internasional memperingatkan bahwa daging merah yang diproses termasuk dalam daftar pemicu kanker. Sementara itu, WHO menyatakan bahwa daging merah sama bahayanya dengan merokok.

Konsumsi daging merah yang diproses, seperti sosis, burger, dan bacon (daging asap), sebaiknya dibatasi.

Peringatan dari WHO tersebut mengejutkan banyak pihak, mulai dari industri, peternak, sampai gerai fast food. Tahun lalu, ketika WHO memperingatkan konsumsi gula yang berlebihan, penjualan gula langsung menurun. Hal itu bisa jadi akan dialami industri daging.

Para ahli dari Departemen Kesehatan AS mengatakan bahwa daging merah segar atau yang diproses kemungkinan menyebabkan kanker. Namun, WHO akan menempatkan daging yang diproses dalam kategori "karsinogen untuk manusia", seperti halnya alkohol dan rokok.

Keputusan tersebut diambil setelah para ilmuwan dari seluruh dunia melakukan pertemuan untuk menganalisis bukti-bukti yang terkait.

Menanggapi hal tersebut, Barry Carpenter, Presiden The North American Meat Institute, mengklaim bahwa hal itu sangat tidak logis.

"Risiko dan manfaat dari makanan atau gaya hidup harus dipertimbangkan baik-baik sebelum memperingatkan banyak orang mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan," katanya.

Panduan saat ini menunjukkan bahwa orang dewasa harus membatasi asupan daging merah tak lebih dari 70 gram setiap hari. Sementara itu, World Cancer Research Fund menyarankan agar kita menghindari daging yang diproses.

http://health.kompas.com/read/2015/10/26/130000523/WHO.Makan.Daging.Merah.Sama.Buruknya.dengan.Merokok

Bynaturael Products:

Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

No comments:

Post a Comment