Sep 8, 2015

Yang Perlu Dipahami Saat Merawat Kulit dengan Bahan Alami Buatan Sendiri

Hestianingsih – wolipop

Jakarta - Membuat masker, krim wajah atau scrub sendiri dengan bahan-bahan alami bisa menjadi alternatif perawatan kecantikan sehari-hari. Perawatan menggunakan bahan 100 persen alami umumnya dianggap lebih aman dan efektif ketimbang membeli produk kosmetik jadi buatan pabrik. Benarkah demikian? Tidak selalu.

Hal itu tergantung dari kebutuhan dan kondisi kulit, serta hasil yang ingin didapatkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengganti kosmetik Anda dengan perawatan alami buatan sendiri. Ini dia penjelasannya.

1. Lebih Aman Vs Tidak Tahan Lama
Kulit adalah organ tubuh terbesar manusia yang bisa menyerap 65 persen dari apa pun yang Anda oleskan atau pakai. Maka dari itu sangat penting untuk memperhatikan bahan-bahan apa saja yang Anda kenakan pada kulit. Pakar facial dan pemilik salon kecantikan di New York, Cecilia Wong menuturkan, membuat produk kecantikan sendiri akan membuat Anda lebih mudah mengontrol bahan-bahan apa saja yang aman bagi kulit dan risiko iritasi akibat pemakaian bahan kimia pun lebih kecil.

Di sisi lain, produk kecantikan dari bahan alami ini cenderung tidak bisa bertahan lama. Lain halnya dengan produk kosmetik yang dibuat di laboratorium atau pabrik, umumnya diformulasi dengan bahan-bahan yang lebih tahan lama.

"Produsen produk kecantikan bisa memasukkan ekstrak blueberry pada krim kulit untuk properti antioksidan. Tapi produk yang 100 persen terbuat dari blueberry asli akan jadi rusak hanya dalam beberapa hari," jelas Alexis Wolfer, praktisi kesehatan holistik dan penulis 'The Recipe For Radiance'. Solusinya? Anda bisa mengombinasikan produk buatan pabrik dan rumah. Belilah produk dengan bahan-bahan alami atau organik untuk pemakaian sehari-hari seperti krim, serum atau sunblock. Sementara untuk masker wajah, masih bisa memakai bahan yang sudah ada di dapur misalnya madu, aloe vera atau yoghurt.

2. Lebih Hemat Vs Potensi Alergi
Memakai produk kecantikan buatan sendiri tentu akan lebih hemat. Untuk scrub, Anda bisa memakai campuran minyak zaitun dan gula. Sedangkan masker wajah, bisa menggunakan madu atau campuran lemon dengan tepung. Bisa juga merawat rambut menggunakan lidah buaya dan memelihara kelembaban bibir dengan olesan madu.

Tapi berbahan alami, bukan berarti 100 persen aman bagi kulit. Bahan alami juga bisa menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang, ada pula menungkinan terjadinya iritasi.

"Saat Anda mengoleskan minyak ke wajah, minyka itu bisa saja menyumbat pori dan menyebabkan jerawat. (Bahan alami) jika tidak tepat menggunakannya bisa mengakibatkan kulit terbakar dan kerusakan," jelas Dr. Neal Schultz, ahli dermatologi dari New York.

Sebelum memakai perawatan alami, ada baiknya jika Anda mencobanya terlebih dahulu di beberapa bagian tubuh, misalnya punggung tangan. Oleskan produk kecantikan Anda pada area itu. Jika kulit tak bereaksi, maka bahan tersebut aman digunakan.

3. Produk Buatan Sendiri Vs Laboratorium
Produk alami buatan sendiri cenderung lebih aman. Tapi efekivitasnya agak sulit jika dibandingkan dengan produk kecantikan buatan pabrik yang telah diuji di laboratorim. Misalnya saja manfaat vitamin A sebagai anti penuaan bisa Anda dapatkan dari wortel, labu kuning, pepaya atau ubi. Tapi efeknya dalam melawan penuaan masih kalah jauh ketimbang retinol dan retin-A, bentuk lain vitamin A.

"Bahan alami mungkin telah terbukti bermanfaat bagi kulit, tapi itu tidak menjamin bisa bekerja secara efektif bagi kulit," tutur Dr. Neal

Kesimpulannya? Banyak-banyaklah mencari informasi tentang kulit Anda dan cara perawatannya. Jika memang lebih cocok produk buatan sendir maka bisa dicoba. Tapi apabila produk buatan pabrik dan laboratorium bisa membuat kulit sehat, tak perlu dihindari pemakaiannya.

Source: http://wolipop.detik.com/read/2015/09/01/105015/3006570/1135/yang-perlu-dipahami-saat-merawat-kulit-dengan-bahan-alami-buatan-sendiri

Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Sep 2, 2015

12 Signs Your Blood Sugar Is Out Of Whack

Blood sugar, or glucose, is one of the best things Mother Nature ever provided us with. It's one component of your body chemistry that helps you feel alive and happy.

When glucose is at the right level, you're likely to experience a great attitude, a strong immune system, low stress, and a good night's sleep as well. But when blood sugar gets too high, then "crashes," or falls very low, the effects can be devastating to bodily processes.

For this reason, the body strives to maintain blood sugar levels within a narrow range through the coordinated efforts of several glands and their hormones.

Understanding Blood Sugar Control

After you eat a meal, the sugars in each of the foods you eat raises the level of sugar in your blood. The body responds by secreting insulin — a hormone produced by the pancreas. Insulin lowers blood sugar levels by increasing the rate at which glucose is taken up by cells throughout the body.

If you go too long without eating, or eat the wrong (read: "junk") foods, or if your hormones are out of balance, your blood sugar will fall too low. When this happens, your adrenal glands will release adrenalin and cortisol in order to remedy the situation. At this point, you should eat food that will slowly and gradually raise your blood sugar levels again.

Most of the time, eating three square meals a day keeps your blood sugar in balance. But when this process gets out of whack, you can find yourself on the blood sugar roller coaster, with no one at the brake switch.

12 Signs Your Blood Sugar Is Out Of Control:
1.       Your waist is larger than your hips.
2.       You find it difficult to lose weight.
3.       You crave sweets.
4.       You feel infinitely better after you eat.
5.       You get irritable if you miss a meal.
6.       You cry for no reason.
7.       You feel a bit spacey and disconnected.
8.       You get anxious for no apparent reason.
9.       You wake up frequently during the night.
10.   You feel hungry all the time.
11.   You get very sleepy in the afternoon.
12.   You've been tested and have elevated blood sugar or triglyceride levels.

If you find you have most of these signs, you probably need to see a doctor about your blood sugar. There are a number of natural solutions that can help stabilize your blood sugar. Start to address the problem by changing your diet. Rapidly fluctuating blood sugar levels are generally a result of more-than-moderate consumption of foods with a high content of refined or simple sugars.

Eat To Control Your Blood Sugar
It's important to avoid foods that cause a rapid rise in blood sugar levels. One useful tool that tells us what foods to avoid or eat in moderation is the glycemic index (GI). It's a numerical scale used to indicate how fast and how high a particular food raises blood sugar levels compared to glucose. Refined sugars, white flour products, and other sources of simple carbohydrates and sugars are quickly absorbed into the bloodstream, causing a rapid rise in blood sugar and severely stressing blood sugar control. So it's important to avoid "junk food" and pay attention to the glycemic index of food that you eat.

Best and Worst Foods to Control Blood Sugar
Here is a simple list of foods you probably already eat and how they affect you in terms of blood sugar, based on the glycemic index (GI) scores. These "natural" sugars can also keep you strapped to the roller coaster if you don't know how to manage them.

Foods that have a very high glycemic score should be consumed in moderation or avoided. These include refined sugar, rice cakes, and granola. The following foods have high scores, but not quite as high: white bread, carrots, corn, kidney beans, bran muffins, potatoes, white rice, bananas, raisins, and beets. Keep these to a minimum.

Foods that are medium on the glycemic index include sweet fruits such as grapes, peaches, pineapple, oranges, and melons. Starchy foods that have medium glycemic scores include brown rice, pasta, oatmeal, yams, and peas. Eat these when you need energy, but don't overdo it.

If you want to eat foods that keep your blood sugar humming at a nice steady rate, eat foods with a low glycemic score: apples, apricots, cherries, grapefruit, asparagus, broccoli, celery, lentils, nuts, and seeds.


http://www.mindbodygreen.com/0-15959/12-signs-your-blood-sugar-is-out-of-whack.html
Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap

This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

3 Mitos Seputar Kulit Sensitif yang Penting Diketahui Kebenarannya


Hestianingsih – wolipop

Jakarta - Merawat kulit sensitif memerlukan perhatian ekstra. Salah penanganan, kulit bisa merah-merah, timbul jerawat hingga iritasi. Mitos seputar kulit sensitif pun perlu diwaspadai karena bisa membuat Anda keliru dalam perawatannya. Dikutip dari Women's Health USA, ada tiga mitos seputar kulit sensitif yang umum dipercaya.

1. Retinoid Berbahaya Bagi Kulit Sensitif
Krim yang mengandung retinol atau vitamin A berkhasiat membuat kulit tampak muda dengan mencegah terjadinya penuaan sejak dini. Retinol juga membantu meregenerasi kulit di malam hari, sehingga di pagi harinya wajah terlihat lebih segar dan kencang. Namun banyak mitos yang menyebutkan kalau retinol tidak seharusnya digunakan pada kulit sensitif.

Faktanya, setiap orang dengan berbagai jenis kulit bisa saja menggunakan retinol. Hanya saja pada kulit sensitif, sebaiknya tidak mengaplikasikannya langsung karena efek retinol memang cukup keras. Anda bisa melapisinya terlebih dahulu dengan pelembab atau serum yang mengandung niacinamide. Zat ini bersifat anti radang sehingga bisa meminimalisir risiko iritasi. Setelah dioleskan, diamkan beberapa menit hingga terserap kulit, baru kemudian gunakan krim retinol.

2. Hypoallergenic Aman untuk Kulit Sensitif
Produk berlabel hypoallergenic tidak selalu berarti anti iritasi, juga bukan berarti lembut dan bebas alergi. Ada standar tertentu dalam pelabelan produk jenis ini.

Anda tetap harus mengetesnya untuk memastikan keamanannya. Caranya dengan mengoleskan sample produk ke belakang telinga. Jika tidak terjadi reaksi selama beberapa jam, produk tersebut berarti aman untuk digunakan.

3. Kulit Sensitif Tidak Boleh Dieksfoliasi
Bisa benar, bisa tidak, tergantung kondisinya. Kulit sensitif atau yang rentan alergi memang sebaiknya tidak melakukan eksfoliasi baik dengan chemical peeling atau scrub, meskipun produk diklaim sangat lembut dan khusus untuk kulit sensitif. Saat lapisan teratas dikelupas, kulit sensitif jadi tidak memiliki perlindungan lagi terhadap faktor luar yang bisa mengiritasi.

Namun untuk jenis yang berjerawat dan berminyak, eksfoliasi tetap perlu dilakukan untuk mencegah pori-pori tersumbat. Pilih produk scrub dengan butiran sangat halus, atau berkonsultasi dengan dokter kulit untuk diberikan eksfoliator yang tepat.


http://wolipop.detik.com/read/2015/02/11/091633/2829541/1135/3-mitos-seputar-kulit-sensitif-yang-penting-diketahui-kebenarannya

Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Sep 1, 2015

Manfaat Nanas untuk Kesehatan yang Belum Tentu Anda Tahu


Jakarta - Buah nanas memiliki rasa asam-manis yang menyegarkan. Selain bisa dinikmati dalam bentuk masih segar, buah tropis ini juga kerap menjadi bahan campuran masakan. Di samping rasanya yang enak, buah nanas juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Buah nanas kaya nutrisi, vitamin serta mineral dan selain itu harganya juga relatif terjangkau. Ini beberapa manfaat buah nanas untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui, seperti dikutip dari Times of India.

1. Kaya Vitamin C
Satu cangkir nanas potong mengandung vitamin C yang sudah bisa memenuhi hingga 131 persen kebutuhan akan vitamin peningkat daya tahan tubuh ini. Cukup asupan vitamin C bisa membantu tubuh melawan virus dan meningkatkan kemampuan kulit untuk mencegah infeksi saat terluka. Nanas bisa dikonsumsi dengan cara dipotong-potong atau dibuat jus tanpa tambahan gula maupun susu untuk menjaga kandungan nutrisinya.

2. Menguatkan Tulang
Satu cangkir, atau sekitar 165 gram nanas bisa memenuhi kebutuhan mangan setiap harinya, hingga 76 persen. Mangan adalah jenis mineral yang penting untuk menjaga kekuatan tulang dan jaringan tulang sehat di sekitarnya.

3. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Nanas mengandung bromelain, enzim yang bisa menjaga kesehatan sistem pencernaan, mengontrol batuk dan membantu melegakan hidung tersumbat ketika flu atau pilek. Agar manfaatnya lebih maksimal untuk melancarkan pencernaan, disarankan memamakn nanas di sela-sela jam makan sebagai camilan. Bisa di antara makan pagi dan siang atau sore hari ntara makan siang dan malam.

Bromelain juga efektif meredakan peradangan akibat infeksi atau cedera. Enzim di dalam nanas ini membantu mengurangi bengkak, memar, rasa sakit juga mempercepat penyembuha pasca operasi dan cedera.

4. Menjaga Berat Badan
Nanas mengandung gula alami, selain itu juga kaya serat yang membuat perut terasa kenyang lebih lama. Maka dari itu nanas merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin ngemil makanan manis tapi khawatir berat badan bertambah. Nanas mengandung 87 persen air dan lebih sedikit kalori ketimbang camilan dalam kemasan seperti cookies, kraker atau bolu.

5. Baik untuk Mata
Buah tropis ini juga bermanfaat menjaga kesehatan mata. Makan nanas dan wortel tiga hingga empat sajian per hari bisa mengurangi risiko rabun atau kehilangan penglihatan pada orang dewasa hingga 36 persen.


http://wolipop.detik.com/read/2015/08/24/170940/2999983/1135/manfaat-nanas-untuk-kesehatan-yang-belum-tentu-anda-tahu

Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Aug 28, 2015

Terlalu banyak zat gula bikin libido menurun? Ini 5 buktinya

Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum

Merdeka.com - Gula adalah zat makanan yang paling mudah Anda temui dalam setiap makanan yang Anda konsumsi selain garam. Tak hanya memberikan rasa manis saja, gula juga akan menjadi penyeimbang rasa dari garam sehingga menjadikan makanan Anda berasa gurih.

Selain berasal dari bentuk gula pasir, zat gula juga bisa datang dari karbohidrat dan zat tepung olahan yang biasa Anda konsumsi. Oleh karena itu jika Anda tidak membatasi konsumsi gula dan karbohidrat Anda, maka zat gula akan membanjiri tubuh Anda.

Tak hanya menjadi penyebab diabetes, menurut penelitian yang dilansir dari boldsky.com, zat gula ternyata juga dapat membuat gairah seksual atau libido pria menurun. Inilah alasannya.

1. Menurunkan hormon testosteron
Hormon testosteron merupakan hormon yang mempengaruhi libido pria. Semakin tinggi hormon testosteron dalam tubuhnya, maka semakin tinggi pula libido seksual pria. Namun zat gula berlebihan mampu mengganggu produksi hormon ini sehingga mengakibatkan gairah seksual menurun.

2.Membuat cepat lelah
Terlalu banyak zat gula dalam tubuh akan membuat tubuh Anda bekerja begitu keras dalam mencernanya. Sehingga akan membuat Anda cepat lelah. Jika Anda menderita kelelahan dan Anda tidak segera mengistirahatkan tubuh Anda, maka gairah seksual Anda pun akan terganggu.

3.Meningkatkan insulin
 Insulin merupakan kadar gula dalam darah Anda. Insulin memang diperlukan agar tubuh Anda berfungsi dengan baik. Namun jika terlalu banyak insulin dalam tubuh, maka hormon testosteron Anda akan terganggu sebab tidak bisa diproduksi dengan baik. Hasilnya? Sudah bisa ditebak bahwa libido Anda akan menurun.

4. Mengganggu kerja leptin dan neurotransmitter
Tingginya kandungan gula dalam otak dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk mempengaruhi hormon leptin. Hormon ini sebenarnya berfungsi sebagai alarm jika Anda makan terlalu banyak gula. Namun saat gula yang Anda konsumsi berlebihan, maka kerja leptin akan 'mati. Selain leptin, neurotransmitter yang seharusnya berfungsi untuk mengatur gairah juga mati. Sehingga libido Anda pun akan menurun.

5.Meningkatkan kortisol
Kortisol merupakan hormon dalam tubuh yang akan meningkat saat Anda stres. Dan ketika Anda maka terlalu banyak gula, secara ajaib justru hormon ini akan meningkat dan dapat membunuh libido Anda.

Gula memang manis. Namun jika terlalu banyak konsumsi gula, maka kesehatan Anda termasuk kehidupan seksual Anda pun menjadi pahit. Jadi mulai sekarang segera batasi konsumsi gula Anda.


Source: http://www.merdeka.com/sehat/terlalu-banyak-zat-gula-bikin-libido-menurun-ini-5-buktinya/menurunkan-hormon-testosteron.html
Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com