Mar 5, 2015

5 Alasan untuk tidak 'putus hubungan' dengan kopi


Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Kopi telah menjadi sahabat bagi banyak orang. Terutama bagi mereka yang suka begadang dan membutuhkan energi ekstra. Meski begitu, kopi masih sering diragukan kredibilitasnya sebagai salah satu minuman sehat. Tak sedikit orang yang sudah memutuskan hubungan dengan kopi karena minuman ini tak ramah pada lambung mereka.

Kafein di dalamnya juga seringkali dituduh sebagai penyebab ketergantungan pada kopi. Jika Anda termasuk orang yang sedang berpikir untuk putus hubungan dengan kopi, coba pikir ulang. Minuman hitam ini masih bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan Anda.

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dalam kopi yang alan membuat Anda menyesal jika putus hubungan dengannya, seperti dilansir oleh Pop Sugar (17/02).

1. Meredakan nyeri otot
Minum kopu sebelum berolahraga atau nge-gym terbukti bisa meredakan dan mencegah rasa sakit pada otot setelah berolahraga. Sebuah penelitian dari University of Georgia menemukan bahwa mengonsumsi kafein dalam kopi secukupnya bisa meredakan rasa sakitnya hingga 50 persen.

2. Tingkatkan daya ingat
Terdapat sebuah penelitian yang mengungkap bahwa kafein dalam kopi memberikan efek positif pada kemampuan ingatan, terutama pada pasien Alzheimer. Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien Alzheimer yang minum kopu mengalami penurunan jumlah protein dalam otak yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

3. Mencegah konstipasi
Ya, tak hanya buah-buahan berserat saja yang bisa membantu Anda mencegah konstipasi. Minum kopi hangat juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah konstipasi. Kopi sendiri diketahui sebagai stimulan kuat untuk kontraksi otot dan pergerakan sistem pencernaan.

4. Mencegah penyakit
Antioksidan dalam kopi telah diketahui bisa menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, beberapa jenis kanker, batu ginjal, dan Parkinson. Ini mungkin tak terlihat saat ini, namun di masa depan, Anda akan berterima kasih karena kopi menurunkan risiko terkena masalah kesehatan tersebut.

5. Meningkatkan stamina
Bukan rahasia lagi bahwa kopi memberikan energi dan stamina ekstra untuk tubuh. Penelitian mengungkap bahwa minum secangkir kopi sebelum beraktivitas, baik aktivitas fisik seperti olahraga atau bekerja bisa meningkatkan ketahanan tubuh dan stamina.

Tentu saja, meski mengandung banyak manfaat kopi memang bukan minuman ajaib yang benar-benar baik untuk kesehatan. Minum terlalu banyak kopi bisa meningkatkan tekanan darah, mengganggu tidur, menyebabkan sakit kepala, dan lainnya. Namun bukan berarti Anda harus menghindari kopi selamanya. Minum kopi dalam jumlah yang cukup untuk mendapatkan manfaat sehatnya di atas.

http://www.merdeka.com/sehat/5-alasan-untuk-tidak-putus-hubungan-dengan-kopi.html

Bynaturael Products:
Sabun mandi minyak zaitun
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Skin may help spot Alzheimer's and Parkinson's disease


By Michelle Roberts
Health editor, BBC News online

Scientists have proposed a new idea for detecting brain conditions including Alzheimer's - a skin test. Their work, which is at an early stage, found the same abnormal proteins that accumulate in the brain in such disorders can also be found in skin. Early diagnosis is key to preventing the loss of brain tissue in dementia, which can go undetected for years.

But experts said even more advanced tests, including ones of spinal fluid, were still not ready for clinic. If they were, then doctors could treatment at the earliest stages, before irreversible brain damage or mental decline has taken place.

Brain biomarker
Investigators have been hunting for suitable biomarkers in the body - molecules in blood or exhaled breath, for example, that can be measured to accurately and reliably signal if a disease or disorder is present.

Dr Ildefonso Rodriguez-Leyva and colleagues from the University of San Luis Potosi, Mexico, believe skin is a good candidate for uncovering hidden brain disorders. Skin has the same origin as brain tissue in the developing embryo and might, therefore, be a good window to what's going on in the mind in later life - at least at a molecular level - they reasoned.

Post-mortem studies of people with Parkinson's also reveal that the same protein deposits which occur in the brain with this condition also accumulate in the skin. To test if the same was true in life as after death, the researchers recruited 65 volunteers - 12 who were healthy controls and the remaining 53 who had either Parkinson's disease, Alzheimer's or another type of dementia.

They took a small skin biopsy from behind the ear of each volunteer to test in their laboratory for any telltale signs of disease. Specifically, they looked for the presence of two proteins - tau and alpha-synuclein.

The 20 people with Alzheimer's and the 16 with Parkinson's had raised levels of both these proteins in their skin compared to the healthy controls and the patients with other types of dementia.

The people with Parkinson's also had higher levels of alpha-synuclein protein.

Dr Rodriguez-Leyva, who will soon present his findings to the annual meeting of the American Academy of Neurology, said: "More research is needed to confirm these results, but the findings are exciting because we could potentially begin to use skin biopsies from living patients to study and learn more about these diseases.

"This new test offers a potential biomarker that may allow doctors to identify and diagnose these diseases earlier on." It could also guide research into new treatments, he said.

Dr Arthur Roach, Parkinson's UK Director of Research and Development, said: "This work points to a possible diagnostic test that would be minimally invasive and could provide earlier, more accurate diagnosis.

"There is still a need for more innovation in this area - at the moment there's no way to definitively diagnose Parkinson's." Dr Simon Ridley of Alzheimer's Research UK said it was too early to say if a skin test would become available.

He said research into biomarkers in cerebrospinal fluid - the fluid that surrounds the brain and spinal cord - was at a more advanced stage, but that even these methods were not yet close to becoming a routine test.

http://www.bbc.com/news/health-31585299

Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Mar 4, 2015

10 Makanan ini bisa lindungi kulit dari efek buruk sinar matahari


Reporter : Tantri Setyorini

Merdeka.com - Sebagai manusia modern yang aktif, seringkali kita tidak bisa menghindari aktivitas yang membuat kulit bersentuhan dengan sinar matahari. Padahal, paparan sinar matahari secara berlebihan bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan dan kecantikan kulit Anda.

Tetapi pengaruh buruk sinar matahari bisa dicegah dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan mengoleskan sunscreen atau tabir surya sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari. Produk ini cukup efektif untuk menangkal sinar UVA dan UVB yang bisa memberikan pengaruh buruk bagi kulit. Entah itu penuaan dini, penggelapan kulit, atau kanker kulit.

Anda juga bisa memaksimalkan perlindungan terhadap kulit dengan menyantap makanan penuh nutrisi yang disarankan situs Health With Food dan Independent.ie berikut.

1. Ikan salmon
Salmon termasuk ikan yang kaya akan kandungan astaxanthin, antioksidan yang 1000 kali lebih efektif daripada vitamin E. Antioksidan ini bisa melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari.

2. Bawang putih
Bawang putih mengandung allicin yang bisa memperbaiki sekaligus menjaga kondisi kulit. Allicin juga berfungsi untuk menangkal radikal bebas perusak kulit.

3. Tomat
Lycopene merupakan antioksidan yang cukup kuat. Ia bisa melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Lycopene ini bisa ditemukan dalam buah tomat merah. Penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi 40 gram tomat merah setiap hari memiliki risiko kerusakan kulit akibat sinar ultra violet 40 persen lebih rendah.

4. Wortel
Kandungan beta karoten dalam wortel tidak hanya mampu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Tetapi juga bisa memperbaiki kondisi sel kulit yang rusak.

5. Semangka
Sama seperti tomat, semangka juga mengandung lycopene. Kandungan lycopene dalam semangka bahkan lebih tinggi daripada tomat merah mentah. Selain itu, semangka juga mengandung choline dan vitamin C yang berperan dalam memperbaiki kondisi kulit.

6. Ceri
Ceri kaya akan antioksidan yang memproduksi melatonin. Melatonin ini berfungsi untuk melindungi kulit dari radiasi sinar ultra violet. Selain itu melatonin juga merangsang regenerasi sel.

7. Delima
Anda pasti sudah pernah mendengar kalau pomegranate atau buah delima merah mengandung antioksidan yang lebih banyak daripada buah jeruk dan teh hijau.

Mencegah kerusakan collagen pada kulit dan merangsang regenerasi hingga lapisan kulit terdalam. Anthocycanin di dalamnya dapat melindungi sel kulit dan memperbaiki kondisi kulit.

8. Almond
Almond kaya akan vitamin E dan selenium. Vitamin E menetralkan radikal bebas yang dapat merusak kulit dan mencegah penuaan dini, salah satu efek negatif yang dibawa sinar ultra violet.

9. Dark chocolate
Dark chocolate dengan kandungan kakao 75 persen yang kaya akan flavonoid yang dapat melindungi kulit dari pengaruh buruk eksternal. Tetapi batasi konsumsi cokelat hitam ini agar tidak melebihi 175 gram dalam seminggu.

10. Teh hijau
Teh hijau mengandung epigallocatechin-3-gallate (EGCG), antioksidan kuat yang bekerja lebih baik dalam melindungi kulit dibandingkan vitamin C dan vitamin E. Rajin minum teh hijau minimal dua kali sehari akan membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam.

http://www.merdeka.com/gaya/10-makanan-ini-bisa-lindungi-kulit-dari-efek-buruk-sinar-matahari.html

Bynaturael Products:
Sabun Cair Minyak Zaitun
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Mar 3, 2015

6 Fakta Menarik Tentang Hidung Manusia


Hestianingsih – wolipop

Jakarta - Hidung manusia berfungsi sebagai indera penciuman, bernapas, menyaring udara kotor dari luar juga membedakan aroma dan rasa pada lidah. Mungkin hanya sedikit dari Anda yang tahu bahwa hidung bisa membuat orang jatuh cinta bahkan 'mencium' adanya bahaya. Tidak hanya itu saja, banyak fakta-fakta menarik lain tentang hidung yang mungkin belum banyak orang ketahui. Apa saja?

1. Bisa Mendeteksi 1 Triliun Jenis Aroma yang Berbeda
Hidung kita memiliki sekitar 400 reseptor yang bisa mengidentifikasi sedikitnya satu triliun aroma yang berbeda. Hal itu terungkap lewat studi yang dilakukan peneliti di Rockefeller University, New York. Dalam penelitian sebelumnya, diperkirakan bahwa manusia hanya mampu membedakan 10 ribu jenis bau-bauan namun sering berkembangnya teknologi, jumlah itu bertambah.

2. Hidung Manusia Bisa Mencium Emosi
Tidak hanya aroma atau wewangian, manusia juga bisa merasakan emosi leway indra penciumannya. Penelitian di Utrecht University, Belanda menemukan bahwa manusia bisa mendeteksi berbagai macam emosi dengan mencium senyawa kimia atau hormon yang dilepaskan tubuh. Ya, manusia bisa merasakan emosi manusia lainnya juga. Misalnya rasa takut atau jijik bisa diketahui dengan mengendus pakaian atau keringat karena aromanya akan berbeda dari emosi yang normal.

3. Aroma Bayi yang Baru Lahir Membuat Ketagihan
Ada alasan kenapa bayi-bayi baru lahir memiliki aroma yang membuat orang ingin terus di sampingnya dan menciuminya. Aroma bayi yang baru lahir ternyata bersifat adiktif atau membuat ketagihan. Sebuah studi menemukan bahwa aroma bayi memicu bagian otak pada manusia, khususnya wanita yang mengatur rasa senang dan nyaman. Bagian otak ini memproduksi dopamine, hormon yang juga diproduksi ketika Anda berhubungan seks, makan makanan lezat atau mengonsumsi obat penenang.

4. Cara Anda Bersin Dipengaruhi Genetik
Bagaimana ketika Anda bersin? Menutupinya dengan tangan, suara bersin yang tertahan, bersin terjadi begitu saja, bersin menimbulkan suara berisik atau bersin yang tidak bisa berhenti? Cara seseorang bersin ternyata sedikit banyak dipengaruhi oleh faktor genetik. Sebuah studi menunjukkan bahwa gaya bersin seseorang mungkin merupakan kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke generasi.

5. Lendir atau Ingus adalah Pelindung Hidung
Lendir atau ingus yang kerap kali muncul saat seseorang pilek atau flu dianggap banyak orang sangat mengganggu dan menjijikkan. Tapi ingus sebenarnya punya fungsi yang sangat penting. Ketika udara masuk melalui hidung, cairan kental pada hidung akan membuat lapisan yang menghalangi debu dan mikroba masuk ke saluran pernapasan dan tubuh. Bisa dibilang, fungsi lendir ini sebagai penyaring udara dari kuman, debu dan bakteri penyebab infeksi atau alergi.

6. Kemampuan Penciuman Bisa Berkurang
Sensitivitas hidung dalam membedakan berbagai jenis aroma bisa menurun seiring bertambahnya usia. Manusia umumnya kehilangan sebagian kemampuannya untuk mengenali bau setelah usia 65. Ketika memasuki usia 80-an tahun, kemampuan mencium aroma bisa berkurang hingga 50 persen.

http://wolipop.detik.com/read/2015/01/10/144818/2799583/1135/6-fakta-menarik-tentang-hidung-manusia

Bynaturael Products:
Body wash minyak zaitun
Sabun cair minyak zaitun
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com

Food fight: Row over saturated fat advice


By Smitha Mundasad
Health reporter

A row has erupted over claims that official guidance to cut down on saturated fat had been based on shaky evidence. In the 1970s and 80s, there was a big push away from saturated fats in the US and UK as experts cautioned they were bad for the heart. Scientists writing in the journal Open Heart have now argued this advice lacked the solid scientific trials needed to back it up.

But many experts have come to the defence of the original guidelines. Prof Christine Williams, at the University of Reading, says the claim that evidence was insufficient is "misguided and potentially dangerous".

And in recent years there has been more scientific data supporting the case that saturated fat is bad for health. Public Health England say current recommendations, to keep fat consumption to a maximum of 30% of overall energy intake and saturated fat to just 10%, should be followed to maintain a healthy diet.

But is this spat over a single food type a red herring? Is it leading us down a dangerous dietary path?

What is a healthy diet?
One thing experts agree on is that balance is key to a good diet.

Modern nutritional advice makes clear that no one nutrient or food type is the outright villain - simply avoiding fat or excluding sugar or cutting out carbohydrates is not the answer to keeping well or shedding pounds healthily.

And most dieticians agree there is no such thing as a super food. No single food - however exotic - can provide all the nutrients we need. So what should we make sure is on our plates? Plenty of fruit and vegetables.

These types of foods are important sources of vitamins and minerals - key to both growth and repair. UK guidelines suggest eating around five portions of fruit and vegetables a day. To help achieve this, nutritionists advise swapping a mid-morning snack for fruit, or add a banana to breakfast cereal.

But a debate is now emerging over fruit juices. They do not always contain the fibre found in whole fruit and veg. And there are increasing concerns that they often come packaged with added sugar, piling on unnecessary calories and leading to tooth decay. Current recommendations suggest drinking no more than one glass of juice every day.

Some bread, rice, pasta and other starchy foods
Experts say starchy food should make up around a third of the food we eat. And they recommend swapping to wholegrain varieties when possible to increase the amount of fibre in our diets. Though some people think starchy food is fattening, gram for gram the carbohydrate they contain provides fewer than half the calories of fat, says NHS Choices.

Add in some meat, fish or lentils
Protein is an important part of a healthy diet. Everything from our hair, muscles, skin and nails needs protein to build and repair itself. Even if you don't eat meat, your meals should still contain other sources of protein, such as lentils or nuts. And when cooking meat, lean cuts are best - trim away visible fat when possible.

Recent advice also suggests people should aim for two portions of fish a week - including one serving of oily fish. Oily fish contains omega-3 fats, which may help prevent heart disease.

What about milk and dairy?
Because they're good sources of protein and calcium, milk and dairy products can form part of a healthy diet. But they should be eaten in moderation. Cheese can contain lots of salt and fat, for example.

Not too much fat, salt or sugar
Treats can be a good thing - once in a while. But too many and you face trying to burn off lots more calories than you need. If they aren't burnt off they can lead to weight gain. According to official surveys, most people in the UK eat too much sugar.

For example, sugary drinks, including alcoholic ones, are often high in energy and when consumed too frequently, can pile on the pounds.

Mediterranean meals
A number of experts now argue the best way to get all of this advice on to one plate is to cook up a Mediterranean style meal. The Mediterranean diet has been repeatedly linked to health gains, such as cutting the risk of heart disease.

Typically, it consists of an abundance of vegetables, fresh fruit, wholegrain cereals, olive oil and nuts, as well as poultry and fish, rather than lots of red meat and butter or animal fats.

Reaching for the ready meal
People often think of ready meals, takeaways and pizzas as processed food. And in recent years, people have been urged to cut their intake of this type of foods, which are often high in saturated fats, sugar and salt. But it's worth checking labels before throwing them all in the bin. Some convenience foods may still contain good nutrients and be fine to eat in moderation.

A can of baked beans, for example, contains both fibre and protein.

There is no one-size-fits-all recipe for a good diet. And your nutritional needs depend partly on your age and how much activity you do.

But what is clear as obesity levels rise is no single food type can shoulder all the blame.

Source: http://www.bbc.com/news/health-31357438
Bynaturael Products:
Liquid Castile Soap with essential oil
Liquid Castile Soap
This document is provided for reference purposes only and not necessarily reflect the opinion of bynaturael’s team . Train your mind to test every thought and keep on searching the final truth that satisfies the conscience inside you. Please visit our blog: bynaturael.blogspot.com